TULISAN TERBARU

Di bawah ini adalah tulisan terbaru saya di blog ini selamat membaca.

  • Angle Kamera, Gerakan Kamera, Framing dalam Videografi

    Berhubung sekarang di sekolah lagi ada lomba video SMANSA yang diadakan oleh pihak sekolah dan diikuti oleh semua murid SMA 1 Pekalongan, maka saya akan sedikit memberikan sedikit tips ataupun tutorial yang kebetulan saya dapatkan dari Youtube. Sebenernya ini video lama si, cuma gak salah kalau ini dikasih tau ke murid2 SMANSA agar hasil video mereka jadi lebih keren. Karena jujur ini tutorial keren banget dan penjelasanya juga jelas banget.


    Saya masih inget dulu waktu ngajar kelas XII video-video ini juga saya jadikan referensi untuk ditonton oleh murid-muridku waktu itu. Jadi ini adalah beberapa video yang harus kalian tonton agar hasil syuting lomba video kalian jadi semakin keren. 

    Angle Kamera dan Framing dalam video 


    Gerakan Kamera

    Sebenernya masih banyak video-video tutorial yang bisa membantu kalian untuk mengimprove kemampuan videografi kalian, salah satu yang aku rekomendasikan adalah dari chanelnya Mas Goen ini, selain penjelasnya yang asik dan jelas, pastinya videonya dibuat dengan keren dan cinematik seperti yang ada di tutorial ini.

    Jangan lupa ditonton dan berlangganan kalau menurut kalian tutorialnya Mas Goen ini keren dan membantu kalian.
  • Tips Belajar Saham [Untuk Pemula]

    Selamat datang kembali di dunia investasi, mungkin aku jadi akan sering menulis soal investasi, terutama dalam investasi di dunia saham. Ya karena memang kebetulan aku juga berinvestasi dan nyari tambahan duit dan ilmu di bidang ini.

    Nah, kali ini aku mau ngasih sedikit tips untuk pemula yang ingin belajar soal saham dan ingin terjun di pasar modal secara langsung. Semoga saja tulisan ini bisa membantu pembaca yang ingin dan berniat menjadi seorang investor ataupun seorang trader.

    Yang pertama adalah niatin dulu buat terjun ke dunia pasar modal, kira-kira apa tujuan pembaca masuk ke pasar modal ? itu adalah pertanyaan yang paling awal harus pembaca tanyakan kepada diri pembaca semuanya dan tentu saja harus pembaca jawab sendiri juga. Ok, saya berikan waktu untuk pembaca menjawab pertanyaan ini, bisa juga silahkan tulis di kolom komentar kalau misal saya boleh tau apa tujuan pembaca terjun ke dunia investasi saham ini.

    Sedikit bocoran kenapa saya terjun ke dunia pasar modal ini adalah karena saya perlu tempat untuk memanfaatkan uang hasil kerja saya karena selama ini kalau hanya disimpan di bank yang ada duitnya habis, entah habis karena terpakai dan tidak terkontrol atau karena habis kena pajak bulanan dari bank. Selain itu saya berfikir perlu untuk berinvestasi untuk persiapan masa depan saya dan untuk modal nikah juga, hehehe. Itu saja awal mula kenapa saya berfikir untuk terjun ke pasar modal, awalnya saya juga pernah mencoba reksadana dari awal 2017, tapi pendapatan yang saya terima hanya sedikit, dan pada akhirnya bulan Agustus tahun yang sama saya memutuskan untuk ikutan Sekolah Pasar Modal yang diadakan di Bursa Efek perwakilan Semarang. Sejak itulah saya semakin mantap untuk langsung bersentuhan dengan dunia pasar modal (saham) ini.

    Tips selanjutnya adalah ikut sekolah pasar modal yang diadakan oleh Bursa Efek perwakilan daerah yang ada di tempat pembaca, kalau saya sendiri dari Pekalongan jadi harus ke Semarang untuk ikut itu, tapi kadang ada juga dilaksanakan di Pekalongan (malah sudah dua kali).

    Oh iya, kalau ikutan SPM (Sekolah Pasar Modal) sampai sesi kedua maka kita akan dibuatkan akun saham atau biasanya disebut dengan istilah Rekening Dana Nasabah (RDN) oleh sekuritas (penyedia jasa pembelian/penjualan saham) yang sudah diakui dan mendapatkan ijin dari BEI (Bursa Efek Indonesia) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), jadi sudah pasti terjamin dan aman. Kenapa harus pakai sekuritas, ya karena kita gak bisa seenaknya datang langsung ke bursa efek jakarta untuk membeli saham, kita harus melalui perantara pedagang efek (saham) yaitu sekuritas itu.

    Tapi kita bisa kok membuat RDN di sekuritas lain yang menurut pembaca bisa lebih dipercaya atau menyediakan jasa lebih baik dari pada sekuritas yang pada waktu SPM bekerja sama menyelenggarakan SPM itu bersama BEI.

    Ikuti juga seminar atau pelatihan pasar modal, yang gratis ada (tapi di Pekalongan saya belum nemu) dan yang bayar juga banyak. Selain itu cobalah ikut grup-grup diskusi pasar modal (saham) seperti grup telegram banyak banget tuh, grup kaskus juga ada, dan juga cobalah ikut webinar di youtube atau di aplikasi webinar yang lainya.


    Setelah ikut SPM (Sekolah Pasar Modal), sekarang cobalah untuk belajar sendiri dengan mencari tutorial ataupun panduan di youtube atau buku-buku yang ada di toko buku. Karena setelah ikut SPM pembaca belum bisa langsung transaksi beli dan jual dengan OLT (Online Trading) yang disediakan oleh sekuritas. Sebab biasanya butuh waktu sekitar 2 minggu hingga 4 minggu untuk menunggu RDN jadi dan mendapatkan username dan password OLT kita. Saya sendiri harus nunggu 1 bulan lebih baru RDN jadi dan mendapat username dan password OLT saya dan baru pada bulan oktober saya beneran bisa beli saham pertama saya yaitu saham yang berkode SRIL dengan hanya modal 100ribu saja.

    Setelah belajar di SPM dan belajar secara mandiri, jangan berhenti disitu saja karena yang namanya dunia saham itu sangat luar biasa banyak ilmunya, mulai dari ilmu soal fundamental analisis, teknikal analisis hingga ilmu tentang indikator-indikator yang paling cocok untuk pembaca gunakan dan belum lagi pembaca juga harus sedikit banyak mengikuti berita yang ada di Indonesia terutama berita ekonomi dan berita dunia pada umumnya. Karena banyak juga emiten (perusahaan yang sahamnya dijual di pasa modal) yang sahamnya dipengaruhi oleh berita, baik itu berita yang buruk ataupun yang baik. Contoh saham facebook yang beberapa waktu lalau turun drastis gara-gara banyak berita yang memberitakan tentang privasi yang tidak aman bila menggunakan facebook. Atau berita soal banyaknya smartphone yang masuk ke Indonesia yang membuat saham Erajaya hingga tulisan ini dibuat harganya sudah naik sangat drastis sejak awal tahun.

    Yang perlu diingat juga nih, di dunia saham tidak ada yang instan, butuh pengorbanan waktu dan niat agar menghasilakn profit yang diinginkan. Temukan juga gaya atau style pembaca dalam berinvestasi ataupun bertrading, karena itu sangat menentukan hasil yang ingin didapat. Biasanya untuk pemula ok ok saja untuk mengikuti rekomendasi dari berita dan orang-orang yang sudah lebih lama terjun di bidang ini, tapi buat saya sendiri saya tidak terlalu suka mengikuti rekomendasi orang-orang, saya ingin menemukan style dan teknik saya sendiri, sedangkan rekomendasi saya gunakan untuk membandingkan dengan hasil analisis saya sendiri, kalau cocok berarti mungkin ada benernya analisis saya dan kalau tidak cocok akan saya lihat lagi dan banding2kan lagi sampai saya yakin untuk membeli saham tertentu.

    Untuk pemula agar aman cobalah beli saham-saham di LQ45 atau saham bluechip yang murah-murah saja. Kenapa LQ45, LQ itu sendiri singkatan dari kata liquid (cair) yang artinya kalaupun perusahaan itu bangkrut kemungkinan kita untuk mencairkan saham kita lebih mudah, dan 45 artinya hanya ada 45 perusahaan yang dipilih setiap 6 bulan sekali oleh BEI setelah melakukan berbagai pertimbangan yang pernah terjadi pasar saham. Lalu apa itu bluechip? Bluechip artinya saham-saham yang dimilih oleh perusahaan-perusahaan besar yang notabene kalau bangkrut itu sangat kecil, seperti saham-saham perusahaan milik negara semacam bank BRI, Mandiri dan lain sebagainya. Adapula saham bluechip swasta semacam Univeler, United Tractor dan lain sebagainya yang bisa dicari di gugel.


    Tips yang terakhir itu adalah tips cari amannya saja dalam memilih saham agar tidak khawatir perusahaan yang kita beli sahamnya bangkrut atau gulung tikar. Harapan semua orang yang membali saham perusahaan tertentu adalah perusahaan itu tidak bangkrut dan malah justru terus berkembang dan harga sahamnya terus naik sehingga kita juga mendapatkan keuntungan dari kepemilikan sahamnya.

    Ok, itu dulu sedikit tips dari saya untuk pembaca yang baru saja memulai berkecimpung di dunia pasar modal Indonesia. Ingat juga bahwa saham yang bisa kita beli adalah saham-saham yang sudah diperdagangkan di BEI, kita tidak bisa membeli saham facebook ataupn gugel karena keduanya belum diperdagangkan di Indonesia, jadi kalau mau beli saham itu kita harus membuka rekening saham di negara yang memperdagangkan saham itu seperti di Amerika sana.
  • No Worries Anymore

    Mau sedikit cerita, jadi semenjak aku belajar soal pasar modal, sejak belajar soal saham tepatnya. Aku gak pernah lagi yang namanya kuatir gakpunya duit. Bukan sombong atau gak butuh duit, kalau dikasih duit 10jt atau 100jt juga pasti aku terima dengan senang hati. Jujur saja duitku di tabungan gak seberapa, soalnya setiap kali gajian di akhir bulan (jadi gajiku gak di awal bulan seperti guru-guru PNS) aku selalu menyisihkan sebagain besar gajiku untuk aku setorkan ke rekening sahamku, mungkin sekitar 70-80 persen dari gajiku setiap bulan masuk ke RDI/N (Rekening Dana Investor/Nasabah) dimana aku menyimpan duitku untuk aku belikan saham. Itung-itung buat investasi dan sekalian buat cari tambahan duit dari hasil beli dan jual saham di pasar modal.




    Jangan dikira gajiku sebanyak gaji PNS, gajiku mungkin Cuma separo dari gaji PNS yang masih baru kerja beberapa hari itu. Tapi alhamdulillah rejeki itu memang sudah diatur sama Allah, jadi mau seberapa banyak atau sedikitnya selama ini selalu bisa mencukupi kebutuhanku dan masih bisa buat beli keperluan yang lain.



    Nah, hari duit yang setiap bulan aku pakai untuk beli saham ini aku jadi merasa bahwa aku gak perlu lagi kuatir kalau duitku di kantong atau di ATM habis, toh aku masih punya saham yang bisa aku jual kapan saja aku mau. Tapi tentu saja aku akan menjual saham itu bila harganya sudah sesuai dengan target yang aku inginkan, kalau belum ya aku tahan untuk tidak menjualnya dulu.

    Yah, meskipun saham yang aku punya gak banyak, dan notabene memamg aku mengawali trading ini dengan modal hanya 100rb doang. Jadi ya jangan terlalu berharap lebih, karena pada prinsipnya di pasar modal itu adalah modal banyak untungpun pasti banyak, dan begitu juga dengan ruginya. 



    Karena ketika kita terjun di pasar modal dengan modal awal yang banyak, dan kalau kita bisa sabar insya Allah untung yang akan diraih juga pasti banyak. Tapi kalau tidak sabar, ya tentu saja ruginya juga pasti banyak.
  • Penugasan Kelas X [2018-2019]


    Selamat datang di SMA 1 Pekalongan, selamat datang di kelas Prakarya dan Kewiruasahaan. Ini adalah kelas yang akan saya ampu di semester ini, dan mungkin juga semester depan kalau kelasnya tidak ditukar. Jadi di kelas ini kita akan mempelajari tentang design grafis dan segala hal yang berhubungan dengan itu. Untuk kelas X ini kita akan menggunakan perangkat lunak pengolah grafis berbasi vektor, yaitu CorelDraw. Untuk perangkat lunak CorelDrawnya sendiri silahkan kalian bisa gunakan seri berapapun juga, saya tidak akan membatasi kalian menggunakan seri tertentu karena pada dasarnya semua sama, hanya saja tentu saja untuk seri terbaru memiliki lebih banyak kelebihan seperti;


    1. Bisa membuka file .cdr dari versi CorelDraw yang lebih bawah
    2. Tampilannya lebih asik
    3. Lebih up to date
    Tapi untuk veris terbaru juga punya kekurang, seperti;
    1. Tentu saja lebih besar dan berat bila diinstal di komputer spek rendah
    2. File hasil jadi (.cdr) tidak bisa dibuka di versi yang lebih lama bila tidak tau cara pengaturan penyimpananya.
    Untuk di lab komputer sendiri, mayoritas CorelDraw yang sudah terinstal adalah veris CorelDraw X4 dan beberapa saja yang menggunakan CorelDraw X7 (termasuk komputer dan laptop yang saja gunakan menggunakan X7). Saya hanya mengajurkan kalian menggunakan yang seusai dengan yang ada di laboratorium saja, tapi sekali lagi saya tegaskan itu hanya anjuran, bukan kewajiban untuk menggunakan seri tersebut.


    Untuk kelas X sendiri kalian mendapatkan tugas akhir yaitu MEMBUAT DESIGN BATIK dengan menggunakan CorelDraw dan harus;
    1. Dicetak di atas kertas glossy (sejenis kertas foto)
    2. Dikumpulkan paling akhir tanggal 1 November 2018 (maksimal istirahat ke-3). Selain mengumpulkan hasil print out, kalian juga harus mengumpulkan file asli dalam bentuk CorelDraw versi 14 (X4) atau CorelDraw versi 17 (X7).
    3. Semua file dikumpulkan dalam satu flashdisk (dikumpulkan di ketua kelas). Sedangkan untuk hasil print out harus dimasukan ke dalam album/folder yang seperti saya contohkan pada awal pertemuan di laboraturium
    4. Ukuran kertas adalah A4 dengan bleed dan slug (batas tepi warna putih) 1cm
    5. Diberi keteranga :
    Nama Siswa, KelasTahun Pelajaran, Nama Batik (kalian yang memberi nama design batik kalian sendiri)

    Folder/Album batiknya ditulisi; KARYA DESIGN BATIK KELAS .........(diisi sesuai kelas), TAHUN PELAJARAN 2018-2019




    Demikian penugasan akhir di semester 1 untuk kelas X, bila ada pertanyaan silahkan langsung menghubungi saya saat di sekolah.
  • Saham Itu Untuk Orang Malas


    Jangan salah sangka dulu terhadap judul yang ada di atas, judul ini aku ambil dari pengalamanku 10 bulan di dunia pasar modal saja si sebenernya. Jadi mungkin tulisan ini tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain yang baru sebentar ataupun sudah lama di dunia pasar modal dan lebih berpengalaman ataupun lebih pinter dari pada aku.

    Jadi pengalaman 10 bulan yang sudah aku lalui ini membawaku pada salah satu kongklusi bahwa dunia pasar modal ini sangat cocok untukku yang seorang pemalas. Yap, aku adalah salah satu dari orang paling malas di dunia ini, dan aku merasa ini dunia cocok banget dengan aku, karena aku tidak perlu harus bangun pagi untuk berangkat kerja, cukup di depan laptop atau di depan tablet/smartphone saja untuk memantau perkembangan yang terjadi di pasar modal dan dengan cekatan dan cerdik mengambil tindakan untuk membeli dengan murah dan menjual dengan harga mahal. Tapi ternyata gak semudah itu, tetap saja aku harus bangun pagi karena harus sholat subuh tentunya hahahaha dan yang pasti setelah itu aku harus kerja sebagai seorang guru di sekolah tempat aku kerja.

    Tapi jujur saja kerja sebagai seorang guru itu banyak sekali waktu luangnya, saat tidak ada jam ngajar dari pada harus ngobrol gak jelas atau ngegosip aku lebih seneng berada di depan komputer atau mantengin layar smartphoneku untuk melihat apakah ada yang bisa dibeli atau dijual dengan harga yang aku inginkan. Selain itu di pasar modal liburnya pun sama seperti aku kerja di sekolah, yaitu setiap hari Sabtu dan Minggu, jadi aku bisa memanfaatkan weekendku untuk hobiku bersepeda atau hunting foto. Waktu kerja bursa saham juga hanya sampai jam 16:30wib jadi aku tidak harus mengorbankan malam hariku untuk mantengi layar komputer melihat pergerakan grafik saham, paling-paling hanya ngecek chart nexus untuk melihat bagaimana kiranya pergerakan besok hari dan apa langkah yang harus aku ambil besok.

    Aku juga gak perlu ngeluarin banyak tenaga dan keringat untuk menjual dan membeli saham, karena hanya dengan sekali klik di aplikasi Online Trading (OLT) yang sudah disediakan oleh sekuritas tempatku membuat membuka rekening saham. Modal untuk malas-malasa ini hanya mau membaca saja kok, membaca buku tentang pasar modal, membaca berita, dan membaca grafik pergerakan harga saham, hahahahha.


    Terakhir, kalau kamu males membaca males mantengi OLT yang warna-warni itu, maka kamu cocok untuk jadi investor jangka pajang bukan jadi swing trader kayak aku. Kenapa karena kamu malas membaca dan males melek, maka kamu bisa beli saham-saham bluechips semacam BBCA, BBRI, UNVR, GGRM, dan bluechips lainya setiap bulan dan beli, beli, beli lagi setiap bulan (prinsipnya adalah nimbun saham) hingga 5 tahun atau 10 tahun kemudian kamu jual tu saham-saham itu, insya Allah dengan cara itu maka investasimu yang malas itu juga berbuah yang tidak sedikit. Kalau cara itu namanya adalah nabung saham, salah satu program pemerintah untuk mengenalkan saham kepada orang awam. Sistemnya sama dengan nabung uang, tapi yang ditabung adalah saham, inget nabung ya, jadi jangan diambil setiap bulan, simpen aja terus sampai 10 tahun. Tulisan tentang nabung saham sudah banyak banget di internet, silahkan cari dengan kata kunci itu.

  • Pengalaman Investasi Saham [2] : Salah Beli


    Jangan takut salah ketika belajar, itulah kalimat yang sudah umum sekali diucapkan siapa saja yang mengajarkan sesuatu kepada orang lain, hal itupulah yang sering aku katakan kepada murid-muridku di kelas ketika aku menjadi guru mereka di sekolah. Hal ini juga yang aku implementasikan dalam ke dalam pengalamanku dalam dunia pasar modal.

    Aku juga pernah berbuah salah, dan sampai sekarangpun kesalahan itu masih sering aku lakukan karena mungkin itu jadi salah satu yang bener-bener harus coba minimalisir ketika membeli sebuah saham. Pada saat awal beli saham aku dulu beli saham SRIL dengan harga Rp. 384/saham, dan setelah aku beli ternyata harga saham itu semakin menukik tajam hingga akhirnya aku tahan untuk tidak menjual saham itu beberapa bulan lamanya, dengan sabar aku berharap semoga sahamnya naik dan aku coba untuk menambah lagi protofolio di emiten itu sekalian coba untuk average down (menurunkan harga beli dengan cara membeli di harga yang lebih rendah). Alhasil meskipun average downku gak terlalu mengalamin perubahan tapi karena kesabaranku dan kepercayaanku bahwa saham satu ini akan naik lagi pada suatu hari nanti, pada akhirnya saham itu pun naik, dan saat harganya nembuh ke Rp. 386 aku dengan nekat langsung jual saham itu di harga segitu.
    Memang sih, dari hasil sell itu aku Cuma dapat untung sedikit, tapi gak apa-apa karena aku tidak mengalami kerugian karena toh modal awalku pulang dan aku dapat untung karena aku sabar menanti saham itu naik lagi.

    Dari sini aku belajar lagi bagaimana cara mengetahui kalau saham itu dibeli di harga yang murah dan aku jual di harga yang sesuai targetku. Setelah pengalaman itu aku mencari untung kalau saham yang sudah aku pegang mencapai untung 10%, tapi tidak melulu 10%, karena belum sampai target tau-tau harga sahamnya justru turun lagi, alhasil kadang akupun menjual di keuntungan 5% atau 6% sebagai caraku take profit dari saham yang aku pegang.

    Satu saham yang sampai sekarang aku pegang karena dulu salah beli adalah saham INDF, aku dulu beli di harga 7rb sekian, lalu setelah itu semakin turun dan turun hingga saat ini harga sahamnya masih di kisaran 6300an. Kadi bisa dikatakan aku sekarang masih merugi di saham INDF, tapi sekali lagi, aku gak akan menjual saham itu sebelum mencapai target price yang aku inginkan. Meskipun banyak orang mengatakan kalau gak ada salahnya untuk cut loss (meminimalisir kerugian dengan cara menjual di harga bawah), tapi buatku prinsipnya adalah mosok saham INDF mau nyungsep terus? Aku yakin banget kalau INDF bakal kembali ke 7an dan saat itulah aku akan menjual saham yang sudah hampir setengah tahun aku pegang ini. Selain sabar menanti dan ku tunggu nanjakmu (INDF) aku juga kembali melakukan average down agar protofolioku tidak stagnan di harga awal beli.

    Nah, dari pengalaman ini aku jadi tau, bahwa saham itu gak melulu akan naik terus dan berada di atas terus. Atau sebaliknya saham gak bakal nyungsep terus kecuali perusahaan itu bangkrut, dan alhamdulillahnya aku selalu memilih perusahaan-perusahaan yang kira-kira tetap banyak orang yang membutuhkan jasa atau produk mereka semacam INDF, BBRI, ataupun ANTM.

    Memang butuh waktu untuk belajar soal dunia pasar modal, aku merasa banget kalo kurang belajar dan kadang males untuk membaca atau melihat tutorial tentang pasara modal, entah itu tentang berita yang lagi hits, tentang teknikal ataupun analisis dan metode-metode yang lainya.

    Next targetku, tahun ini harus untung 50% dari protofolio yang aku punyai, karena targetku tahun depan harus punya rumah sendiri dan koneksi internet sendiri untuk memperdalam ilmu dan pengalaman di pasar modal ini, so wish me luck.

  • HUBUNGI SAYA

    Untuk info lebih lengkap silahkan gunakan kontak yang ada disini.

    ISENGRAPHER

    • Kecamatan : Doro
    • Kabupaten : Pekalongan
    • No. HP : 085727898ABB

    Kotak Pesan/Komentar

    Silahkan tinggalkan pesan ataupun komentar Anda pada form di bawah.