Kamis, 29 April 2010

Alasan perempuan nonton film Porno


Film Porno - Menurut laporan dari majalah Forbes, karyawan perempuan di Amerika Serikat mengakses film porno hampir 1.800 kali dalam dua pekan.

Ilustrasi perempuan nonton film pornoKaum perempuan juga, ternyata, menyimpan sekitar 600 gambar porno di komputer pribadinya (laptop).

Apa alasan kaum perempuan menyimpan gambar porno dan menonton film “jorok” tersebut? Ini beberapa alasan yang disarikan dari situs Vivanews.

Rasa ingin tahu
Sejumlah perempuan menganggap film porno sebagai tontonan yang menjijikan. Namun sebagian besar perempuan juga penasaran terhadap film porno yang digemari kaum pria, mengapa kaum Adam begitu menyukainya.

Mempelajari gerakan baru

Terkadang kaum perempuan mengalami kebosanan berhubungan intim dengan pasangannya, dan pemecahannya terkadang dengan menyaksikan film porno. Dalam hal ini film porno bisa jadi referensi dalam bercinta.

Menonton pria
Kaum perempuan merasa sulit menemukan pria bertelanjang dada, atau telanjang kecuali di pantai dan tempat tertentu. Film porno dapat dijadikan solusi kaum perempuan untuk berfantasi tentang sosok pria seksi.

Memperbaiki mood

Sama seperti kaum pria, kaum perempuan juga memanfaatkan film atau gambar porno untuk membangkitkan mood dan gairah seksual sebelum bercinta dengan pasangannya.

Berfantasi

Film porno bisa mejadi pelampiasan saat kaum perempuan ingin bermain nakal terhadap pasangannya.

Membunuh waktu
Ada sejumlah kaum perempuan yang memanfaatkan waktu senggangnya dengan menonton film porno.

Milik pasangan pria

Alasan perempuan menonton umumnya bisa jadi karena ingin melihat koleksi film porno pasangannya.[sumber tulisan]
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
hahahaahahahah, yang terakhir itu loh, pengen melihat koleksi milik pasanganya, wah napa gak sekalian aja nonton bareng ma suaminya bu ? membutuhkan waku  lo wanita rumah tangga kan sering banget senggang waktunya jadi sering dum nonton ?
Posting Komentar