Rabu, 25 Mei 2011

Aku pun siap jadi ketua PSSI

Dah berbulan-bulan kasus PSSI jadi rebutan banyak orang
Dan yang paling mencengangkan publik bangsa ini adalah kejadian kongres PSSI kemaran pada tanggal 20 Mei kalau gak salah. Kongres yang seharusnya diharapkan bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik malah berakhir tanpa hasil apa-apa dan lagi-lagi kursi nomer satu di PSSI yang menjadi bahan adu kekuatan politik di negeri ini. Aku memang bukan siapa-siapa di negeri ini, aku hanya seorang mahasiswa yang merasa gregetan dengan tingkah polah “orang-orang itu’, yang selalu memperebutkan jabatan, kursi kekuasan dan tahta politik. Mungkin memang benar politik itu lebih kejam dari ibu kota bahkan lebih kejam dari ibu tiri, dan itu sudah terbukti dengan keadaan negeri ini yang apun selalu dipolitikusisasi. Pendidikan, agama, sekarang olah raga nomer satu di dunia juga dipolitikusisasi oleh orang-orang yang mempunyai banyak duit dan kekuasaan itu.

Kalau seperti ini jadinya aku pun siap untuk menjadi ketua PSSI, gak perlu lah aku harus punya duit banyak atau punya tahta di negeri ini. Toh sudah terbukti orang-orang yang punya duit berlimpah dan tahta di negeri ini cuman ingin menjadikan jabatan dan kursi itu miliknya dan kelompoknya sendiri. Sepertinya sepak bola sekarang bukan lagi milik semua orang tapi hanya milik segelintir orang yang mempunyai duit untuk mendapatkan jabatan-jabatan yang hanya formalitas itu.

Buat apa punya jabatan, buat apa jabatan diperebutkan kalau prestasi sepak bola negara ini hanya bernilai NOL BESAR. Dana banyak untuk kongres sia-sia tanpa hasil yang memuaskan semua kalangan. Lagi dan lagi-lagi semua kecewa dengan sikap kekanak-kanakan “orang-orang itu’.  Kalau mereka masih kayak bayi yang suka rebutan mainan dengan sesama bayi, mending mereka dimasukkan saja ke PAUD tempat pacarku ngajar. Biar mereka semua diajari agar tidak suka rebutan mainan (dibaca *PSSI) itu.

Ironis dan sangat miris bangsa ini melihat orang-orang yang suka berebutan. Memang sepakbola itu memperebutkan satu bola. Tapi buat apa berebut PSSI, toh kalian bisa aja kok beraninya rebutan PSSI ? kita sudah muak dengan kondisi sepak bola bangsa ini yang minim prestasi dan cuman memperbesar gengsi saja.

Terakhir tulisan saya ini, saya ingin  menyampaikan kepada masyarkat di negara ini. Dukung saya menjadi ketua PSSI !! itu saja pesan dari saya, saya gak suka berjanji dan gak suka banyak bacot kayak “orang-orang itu’.

Posting Komentar