Sabtu, 10 September 2011

"Tekun , Teken, Tekan" artinya "Tekun, Pegangan, Sampai"

Waktu tanggal 2 kemaren aku kan silaturhami ke rumah eyang di desa sebelah, mumpung masih dalam rangka idul fitri sekalian maaf-maafan sekalian pengen tanya2 soal silsilah keluarga dari keluagra ibu. Aku dapat kata2 keren seperti judul tulisan ini yaitu "tekun, teken, dan tekan" yang memiliki arti "tekun, pegangan, dan sampai". Tiga kata itu menurutku sangat menarik banget, dan ini adalah penjelasannya. 
  1. TEKUN, maksudnya adalah bila kita tekun dalam suatu hal, baik itu mencari ilmu, bekerja, pacaran, ato yang lainya pasti kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan, aku jadi inget kata2 bijak bahasa arab yang aku dapat waktu sekolah di Pesantren Pabelan yaitu "man jadda wa jadda" yang artinya "barang siapa bersunggung-sungguh pasti akan dapat". Terus eyangku itu memberikan contoh bila aku mencari ilmu agama atau yang laen dengan tekun dan sunggung-sungguh pasti akan menghasilkan. Benarkah begitu ?
  2. lalu yang kedua adalah TEKEN, atau yang artinya adalah pegangan atau bisa diartikan dalam bahasa jawa yang artinya tongkat, dan tongkat itu adalah gunannya untuk membantu berdiri atau berpegangan (membatu pegangan berdiri agar tidak jatuh dan lebih kuat). Nah dari apa yang kita dapat dengan TEKUN itu bisa kita gunakan untuk pegangan hidup, kalau ilmu agama tentu saja untuk pegangan hidup agar tidak melenceng dari aturan Tuhan, dan kalau pekerjaan bisa sebagai pegangan hidup agar tidak sengsaran (miskin harta), ilmu pengetahun umum agar tidak bodoh.
  3. yang terakhir adalah TEKAN, atau dalam bahasa Indonesia artinya sampai. Seperti yang diungkapkan di poin pertama yaitu "man jadda wa jadda"  barang siapa bersungguh-sunggu pasti akan dapat, setelah kita tekun melaksanakan apa yang menjadi kewajiban dan hak kita dalam hidup lagi kita berpegang dengan apa yang kita dapatkan itu niscaya kita akan sampai pada apa yang menjadi tujuan dari hidup ini.


Apa mungkin kata2 eyangku itu diambil dari kata2 bahasa arab itu ya ? "man jadda wa jadda" ? entahlah yang pasti gwe suka kata2 eyangku itu dan bisa dijadikan kata2 bijak baru neh. Terima kasih buat Eyang yang telah memberikan nasehat, ngasih tau lebih rinci silsilah keluarga dari keluarga ibu dan cerita sejarah perjuangan masyarakat desa Kutosari waktu jaman penjajahan. Untuk tulisan selanjutnya semoga aku bisa nemuin referensi sejarah desaku tercinta seperti yang diceritakan eyangku. 
Posting Komentar