Jumat, 15 Juni 2012

Top Secret a.k.a The Billionaire [thai movies]

ini film saya rekomendasikan sekali buat semua yang ngaku pengen berwirausaha tapi masih belum punya keberanian yang besar atau masih takut-takut untuk melangkah. Tapi berhubung lagi males nulis jadi saya copaskan saya dari Imdb berikut ini (tapi diterjemahin sendiri ya, nyambil belajar bahasa inggris gitu)
Image 1 :cover filmnya
What are you doing at his age? Age 16, TOP gained 400,000 Baht monthly from playing online games. Age 17, He was willing to fail school and instead earned money from selling chestnuts for 2,000 baht. Age 18, His family went bankrupt and remained 40 million Baht in debt. Age 19, He released Tao Kae Noi seaweed to more than 3,000 branches at 7-Eleven. At this present, Top is a 26-year-old businessman, the owner of the bestselling seaweed in Thailand. He owns 85 percent of the market share which is equivalent to 800 million Baht a year, and has 2,000 employees in his company. The Billionaire will let you get to know Top Ittipat in details about how he turned himself from an online game addict whom always got disparaged by teachers, to a famous young billionaire. How did he raise himself up to this position? Surely, everyone desires to get rich, yet not everyone dares to succeed like him. Find the answers that have made Top become a billionaire, while you still can [source]
kalau yang diatas itu dari imdb atau Internet Movies Data Base, yang berikut ini (dibawah) dari site punya orang Indonesia jadi pake bahasa Indonesia.



Image 2 : the real Top Ittipat
Cerita diawali dari seorang pemuda 19 tahun bernama Itthipat “Top” Kulapongvanich (Pachara Chirathivat) mengunjungi sebuah bank untuk melakukan pinjaman sebesar 10 juta Baht. Awalnya si petugas bank tidak memperdulikannya, tapi kemudian ia memberikan kesempatan kepada Top untuk menceritakan alasannya meminjam uang tersebut. Lalu cerita beralih ke 3 tahun lalu saat Top masih berusia 16 tahun.
Top saat berusia 16 tahun adalah anak orang kaya pecandu game online. Karena memiliki bakat bisnis, ia mampu meraup banyak keuntungan dari game online tersebut, bahkan mampu membeli mobil mewah sebesar 700 ribu Baht. Seperti kebanyakan anak-anak remaja, bila sudah mencicipi uang, ia akan menjadi malas untuk bersekolah dan lebih memilih berbisnis, lebih tepatnya berbisnis game online. Kecanduan game online menyebabkan nilainya di sekolah menjadi sangat buruk dan orang tua Top pun sangat marah. Ia tidak lulus tes masuk universitas negeri. Keadaan keuangan ayahnya juga membuat sang ayah enggan membiayai kuliahnya, karena itu, Top berusaha mencari uang sendiri agar bisa diterima di universitas swasta, memenuhi keinginan orang tua. 
Langkah pertama Top dalam mendapatkan uang adalah dengan menjual 50 DVD player, tanpa tahu bahwa DVD player tersebut adalah barang bajakan dengan kualitas buruk. Ia ditipu oleh si penjual. Karena membutuhkan uang untuk kuliah, Top terpaksa menggadaikan jimat milik ayahnya sebesar 100 ribu Baht. Ia berhasil masuk ke universitas swasta tersebut, tapi pikirannya tetap tertuju ke bisnis untuk membantu keuangan orang tuanya dan pada akhirnya mengacaukan kuliahnya. Top berbisnis kacang Chestnut dan dibantu oleh pembantunya yang baik hati dan setia yang ia panggil paman (Somboonsuk Niyomsiri) tapi tidak berjalan mulus. Sementara itu, orang tua Top bangkrut dan harus menanggung hutang sebesar 40 juta Baht (sekitar 1,2 milyar rupiah). Rumahnya pun dalam proses penyitaan bank. Karena tidak mampu menanggung hutang sebesar itu, orang tuanya mengajak Top pergi ke Cina, tempat kakak-kakak Top bekerja. Top menolak ikut demi mengejar cita-citanya menjadi pengusaha muda. 
Suatu hari, kekasih Top yang bernama Lin (Walanlak Kumsuwan) membawakannya beberapa lembar rumput laut kering sebagai oleh-oleh. Rumput laut tersebut memberikan ide bisnis baru untuk Top. Ia menjual semua komputernya sebagai modal untuk membeli rumput laut mentah. Namun memasak rumput laut tidak semudah yang dia kira. Banyak kesalahan yang dia lakukan, diantaranya rumput laut menjadi basi karena tidak dimasukkan di plastik yang rapat, dan rasa rumput laut menjadi pahit karena tidak dicuci lebih dulu. 
Image 3 : ini cemilannya
Setelah melewati berbagai rintangan dan kesalahan, akhirnya ia berhasil membuat rumput laut yang gurih dan enak. Rumput lautnya laris terjual. Tapi masalah masih belum bisa terselesaikan karena 40 juta Baht tidak bisa dilunasi hanya dengan menjual rumput laut secara eceran. Ia kemudian mencoba untuk memasukkan produknya ke waralaba 7-Eleven dan hal itu tidaklah mudah karena banyak sekali peraturan-peraturan yang harus dipenuhi. Awalnya, Top ingin menyerah dan menyusul orang tuanya ke Cina. Namun dengan keberuntungan, sifat keras kepala dan kerja keras serta dibantu oleh pembantunya yang setia, Top akhirnya berhasil memasukkan produknya. Dalam waktu dua tahun, ia berhasil melunasi hutang orang tuanya dan membawa mereka kembali ke Thailand.
Sekarang, Top adalah seorang milyader (Baht) di Thailand berusia 26 tahun (2012) dengan pendapatan 1.500 juta Baht per tahun. Ia memiliki 2500 karyawan dan mengirim produknya ke 6000 cabang 7-Eleven di 27 negara di dunia. Ia juga memiliki perkebunan rumput laut di Korea Selatan. Produknya sangat sering kita jumpai di Indonesia. Merk dari produk tersebut bernama Tao Kae Noi, yang artinya dalam bahasa Thailand adalah “Pengusaha Muda”. Mungkin kebanyakan orang pernah melihat produk ini, tapi tidak tahu siapa pemiliknya. Awalnya saya kira makanan ini berasal dari Jepang (dilihat dari desainnya).[source]
Nah, kira-kira begitulah isi pilemnya, untuk cuplikannya bisa dilihat di bawah ini
untuk filmnya di Indowebster disini




Posting Komentar