Senin, 09 Juli 2012

Masih belum percaya

Sebagai seorang pria dan selayaknya manusia biasa aku masih tidak percaya dengan alasan kenapa dia memutuskan hubungan ini. Alasan yang dia gunakan untuk memutuskan hubungan ini katanya si karena kita selalu bertengkar, padahal tahun pertama kita pacaran dan seterusnya sebelum pria lain itu datang, kita bertengkar tapi tidak ada masalah, tidak pernah ada kata perpisahan keluar dari mulutnya. Bahkan dia begitu sangat lengket denganku, bahkan kalau dalam satu hari saja dia belum ketemu aku dia bakalan ngambek dan bilang kangen banget sama aku, hingga akhirnya ketemu meski hanya sekedar untuk makan bareng atau untuk jalan-jalan bareng di sekitar kampus melepas rindu di hati (itu dulu sekali).

Bahkan aku sudah mengenalkan dia kepada semua keluarga besarku, baik itu yang ada di kota maupun yang ada di kampung halamanku sana. Itu aku lakukan setidaknya sebagai tanda bahwa aku serius dengan dia, sehingga aku berani dan percaya untuk mengenalkan dia kepada semua kerluarga besarku. Keluarga besarku dan khususnya kedua orang tuaku sangat senang mengenal dia, bahkan lebih dari itu kedua orang tuaku ternyata telah memikirkan bagaimana nantinya nanti dia telah lulus kuliah orang tuaku ternyata telah memikirkan untuk mencarikan dia tempat kerja baru yang lebih dekat dengan rumahku, bahkan ayah bilang ke aku kalau dia diminta untuk tinggal di rumah selama kerja di tempat baru itu. Begitulah rencananya, tapi ternyata semua mimpiku dan impian orangtuaku harus lenyap setelah dia dengan sepihak memutuskan hubungan ini.

Hingga sekarang aku masih belum percaya dengan alasan karena kita sering bertengkar, aku pikir ini bukan soal pertengkaran, tapi lebih dari pada itu ini soal aku yang belum mapan soal pekerjaan, sedangkan ada pria yang lain yang dengan tiba-tiba dikenalkan oleh salah satu orang tua murid di sekolahan dimana dia mengajar. Kemudian ada satu wali murid lagi yang mengenalkan dia dengan pria yang lebih mapan secara materi, secara dia kerjanya sebagai seorang advokat atau pengacara, itu ceritanya dia ke aku. Sementara yang satunya lagi, pria yang pertama adalah seorang pengusaha yang memiliki beberapa usaha yang bisa dibilang telah sukses namun belum memiliki pacar (bisa dibilang juga sedang mencari calon istri). Aku pikir karena kedua orang itulah kenapa dia memutuskan aku hingga aku seperti ini (sakitnya).

Padahal, dulu waktu awal pacara ada pula seorang pria yang juga bisa dibilang sudah lebih mapan dari aku berusaha mendekati dia. Namun entah kenapa dengan asalan dia gak suka pria itu dan hanya cinta sama aku, hingga dia selalu menolak panggilan masuk dan tidak pernah membalas sms yang pria itu kirimkan, bahkan dia memintaku untuk memberitahukan bagaimana cara memblokir nomer HP yang tidak diinginkan, hingga aku ajarkan itu dan ajaranku ini berdampak pula padaku.

Ya, aku pikir alasan putuh karena pertengkaran itu tidak sangat rasional, sekarang pertanyaanku adalah, bagaimana wanita tidak kelepek-kelepek di depan seorang pria yang lebih mapan, lebih kaya dari pacarnya, ya meskipun bisa dibilang tidak setampan diriku (inilah satu hal yang aku sukain dari diriku, aku selalu percaya diri). Sekarang aku berpikir bahwa memang uang bisa membuat wanita senang, kebanyakan mungkin lebih tepatnya karena aku pikir tidak semua wanita materialistik. Jangankan seorang wanita, bahkan diriku pun seorang yang materialistis dalam beberapa hal.

Aku pikir pertangkaran bisa diredam dengan kepahaman, kalau soal sering bertengkar aku pikir karena kita pada dasarnya berbeda, ya memang tidak pernah ada yang sama dalam sebuah hubungan, jadi dari perbedaan itu bisa mengakibatkan banyak hal, salah satunya pertengkaran. Dan lagi-lagi aku berfikir pertengkaran merupakan sebuah usaha dimana kita belajar saling mengerti satu sama lainnya, belajar memahami, yang meskipun pada awalnya itu sangat menyakitkan karena harus dari pertengkaran, tapi yang namanya sebuah hubungan pasti ada kalanya bertengkar, cemburu, bahagia, senang, dan masih banyak hal lain yang harus dilalui oleh dua orang yang berpasangan. Jadi kenapa harus alasan bertengkar yang dijadikan sebagai penyebab perpisahan ini, kenapa masih belum ada kejujuran dari dirinya ?

Posting Komentar