Rabu, 17 Juli 2013

KI dan KD Prakarya dan Kewirausahaan



Setelah membaca KI dan KD mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan aku justru tertawa sendiri karena gak mudeng dengan isi yang ada. Menurutku KI dan KD mata pelajaran ini terlalu njelimet dan gak jelas. Jangan bilang pemerintah mau memberikan kebebasan kepada setiap guru mata pelajaran ini sehingga KI dan KDnya dibuat se-enggak jelas seperti itu. Atau jangan-jangan pemerintah memang cuman maen-maen aja dengan mata pelajaran ini. 

Coba deh, bagai pembaca yang belum pernah membaca KI dan KD mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, silahkan dibaca dulu, link downloadnya bisa pembaca buka DISINI sedangkan pengantarnya DISINI.

Setelah selesai membaca KI dan KD tersebut baru silahkan lanjutkan lagi membaca tulisan ini. Nah, kalau sudah membaca KI dan KDnya, pasti sudah membaca pengantarnya juga kan ? iya, pengantar mata pelajaran Prakraya dan Kewirausahaan. Di bagian pengantar disana dijelaskan apa itu unsur kerajinan, budidaya, rekayasa dan pengolahan. Tapi, kalau males membacanya ya tidak usah dibaca, Anda baca aja KI dan KD yang ada, tapi kalau mau lebih jelas tentang ke-empat unsur tadi, Anda harus membaca pengantarnya dulu.

Setelah aku membaca semua, baik itu KI dan KD serta juga pengantarnya. Seperti pada tulisan sebelumnya, aku dan guru TIK di sekolahanku memang sudah punya gambaran nekat tentang apa yang akan diajarkan nanti di mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan ini, yaitu membatik yang dimulai dengan merancang disen batiknya melalui komputer (Corel Draw) baru kemudia ditulis di kain agar menjadi sebuah baju batik. Itu pemikiran nekat kami tentang mata pelajaran ini, meskipun nanti akhirnya aku sendiri yang ngajar mata pelajaran ini, tapi aku masih tetep butuh yang namanya diskusi dengan guru TIK yang lain tentang apa yang harus diajarkan yang sesuai dengan kearifan lokal di Pekalonga, so batiklah yang dipilih.

Kembali ke KI dan KD, meskipun di KI dan KD tertulis njelimet seperti itu, tapi aku akan membuat sendiri silabus yang akan aku gunakan, dan gak menutup kemungkinan nanti silabusnya tidak sesuai dengan KI dan KD yang ada di kurikulum. Kenapa ? ya Anda baca sendiri saja KI dan KD yang ada, KI dan KD yang ada terlalu njelimet dan bangsa banci banget, so untuk apa sesuatu yang bangsa banci seperti itu ditiru, mending membuat sendiri yang bener-bener sesuai dengan kearifan lokal disini. Kalau menteri pendidikan mau protes yang silahkan, paling tak dengerin aja dan gak tak gubris kok (emang guwe pikirin ndes).
Posting Komentar