Kamis, 23 Februari 2017

Surat Cinta

7 tahun aku pernah hidup dan mencari ilmu di pesantren Pabelan, salah satu yang begitu masih aku kenang sampai sekarang adalah beberapa kata-kata mutiara/motivasi yang dikenal dengan istilah "mahfudzot" dalam bahasa Arab. Salah satu yang aku pelajari dulu waktu di Pabelan adalah sebuah surat cinta seorang pria kepada kekasihnya yang tinggal jauh darinya. Tentu saja surat itu ditulis dengan menggunakan bahasa Arab, dan tugas kita sebagai santri adalah menerjemahkanya sekalian untuk menambah kosa kata bahasa Arab. 


Surat itu begitu puitis bahkan temen-temen dan aku sampai sekarang masih bisa mengenang kepuitisan surat itu. Oleh karena itu aku mau sedikit berbagi seberapa romantiskan surat yang ditulis untuk kekasih sang pria itu, mari kita simak dibawah ini, 


مِنْ رَمْلِ الإِسْكَنـْدَرِيَّةِ لِصَدِيْقَةٍ لــهَاَ

عَزِيـْزَتيِ السَيــِّدَةُ بَلْسَم

أُحَيِّيْكَ  لَوْلاَ بُرُوْدَةُ البَحْرِ لاَلْتَهَبْتُ إِلَيْكِ شَوْقًا وَلَوْلاَ تَصَبُّرِي لَطِرْتُ إِلَيْكِ حُبًّا, وَإِنيِّ لَمْ يُنْسِنِي صَفَاءُ السَمَاءِ صَفَاءَ وُدُّكِ, وَلاَرِقَّةُ النَسِيْمِ رِقَّةَ حَدِيْثِكِ, أَنَّهُ شَجاَنيِ وَذَكَرَنيِ وَلَمْ أَكُنْ ناَسِيَةً.
حَبِيْبَـتيِ

لَيْتَكِ مَعيِ تَرَيْنَ الطَبِيْعَةَ بجَِمَاِلهَا تَرَيْنَ البَحْرَ يَزْخَرُ كَالرَعْدِ, وَالأَمْواَجَ تَتَلاَطَمُ زَرَافَاتٍ وَوِحْدَانًا, صَفَاءٌ فيِ البَحْرِ وَصَفَاءٌ فِي السَّمَاءِ كَأَنَّهَا قَلْبُنَا, تَسْمَعِيْنَ تَغْرِيْدَ الطُّيُوْرِ وَحَفِيْفََ الأَشْجَاِر إِنَّهاَ لَعَمْرُكِ مَناظِرُ تُلْهيِ المَرْءَ, وَلَكْنَّ هَيْهَاتَ لِمَيْليِ أَنْ تَلْهُو وَهِيَ تَعْلَمُ مَايُكِنُّهُ الدَهْرُ وَماَيُخْبِئُهُ اللَّيْلُ وَالنَّهاَرِ.

 تَقَبَّليِ مِنِّي أَحَرَّ قُبُلاَتِي وَأَوْفَرَ أَشْوَاقِي


Artinya : 

Kekasihku Sayyidata Balsam 
Ku kabarkan kepadamu, Kalau bukan dinginnya lautan aku telah datang kepadamu dengan penuh rasa rindu, kalau bukan karena kesabaranku aku telah terbang kepadamu dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang, jernihnya langit tak sejernih cintamu, indahnya hembusan angin tak seindah kata-katamu, sesungguhnya itu semua membuatku mengingatmu slalu dan tak kan pernah terlupakan.
Kekasihku
Seandainya engkau bersamaku, engkau dapat melihat indahnya pemandangan, engkau dapat melihat lautan menggelegar layaknya petir, dan ombak-ombak berhantam-hantaman, kejernihan di laut dan kejernihan di langit seolah-olah itu adalah hati kita, engkau dengarkan kicauan burung-burung, dan lambaian pepohonan, sungguh itu adalah pemandangan yang membuat manusia terlena. Tapi aku tidak mungkin terlena, karena aku mengetahui apa yang tersembunyi di dalam waktu dan apa yang tersembunyi di dalam siang dan malam.
Terimalah salam hangat dan rinduku

Kira-kira begitulan isi dari surat cinta yang dulu aku pelajari waktu di Pesantren, hahahh ternyata di pesantren aku gak cuma belajar ngaji, tapi juga belajar bersenandung melalui syair yang indah  
Posting Komentar