Jumat, 09 Maret 2018

Pengalaman Investasi Saham [1]


Ini mungkin menjadi tulisan pertamaku di blog ini tentang pengalamanku sendiri yang mulai berinvestasi di dunia pasar modal terutama di saham. Sebelum bergabung dengan dunia saham awal tahun 2017 lalu aku pernah terjun di reksadana yang ditawarkan oleh Bukalapak.com yang bernama Bukareksa Pendapatan Tetap. Setelah berbulan-bulan nyicil naruh duit di reksadana dengan hasil yang menurutku sedikit karena setelah beberapa bulan ternyata keuntungan yang aku dapat dari reksadana ini hanya sekitar 10ribu doang, akhirnya aku nyari-nyari lagi kira-kira investasi apa lagi yang bisa aku geluti untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Yah, meskipun bisa dikatakan aku baru seumur jagung di reksadana tapi rasanya aku kurang puas dengan apa yang aku dapatkan, alhasil aku nyari-nyari referensi di internet terutama di youtube tentang investasi yang lebih menguntungkan dari reksadana. Akhirnya ada sebuah video yang menjelaskan tentang “Yuk Nabung Saham” yang menarik perhatianku hingga aku tonton sampe akhir dan aku merasa inilah investasi yang bagus yang cocok untuku. Karena investasi dengan cara nabung saham itu sama saja dengan kita nabung duit di bank, hanya saja yang ditabung bukan uang tapi saham, meskipun kita beli saham ya tetep pakai uang.
Gambar : Ilustrasi Pergerakan Harga Saham
Merasa kurang puas dengan satu video saja yang menjelaskan tentang nabung saham, akhirnya aku nyari-nyari lagi kira-kira ada gak sih video yang menjelaskan lebih detail tentang saham. Aku lupa udah nonton video apa saja, yang pasti video dan artikel yang pelajari menjelaskan bahwa dengan menabung saham keuntungan yang didapat itu lebih besar dari pada hanya sekedar nabung duit di bank. Alhasil aku pun semakin tertarik untuk memulai nabung saham setelah pada bulan Agustus 2017 aku mengikuti Sekolah Pasar Modal yang diadakan oleh Bursa Efek Indonesia perwakilan Semarang yang tentu saja dilaksanakan di kantor pewakilan semarang sana. Aku masih inget banget hari itu adalah hari Sabtu, tanggal 26 Agustus 2017 dan itu adalah kali pertamanya setelah sekian lama aku tidak naik kereta semenjak terakhir naik kereta sekitar tahun 2009 waktu pulang dari Jakarta setelah penerbangan dari Padang sepulang dari kegiatan Imatepsi disana.

Setelah mengikuti SPM (Sekolah Pasar Modal) dengan menyetor uang 100ribu untuk membuka rekening saham di RHB Sekuritas yang menurutku masih sangat asing di telingaku. Pada tanggal 23 Oktober 2017 selang satu bulan lebih karena memang untuk membuat rekening saham satu ini lama banget karena menurut broker yang ngurusi pembuatan rekeningku yang membuat rekening saham banyak banget dari seluruh Indonesia. Setelah mendapatkan kejelasan bahwa rekening sahamku sudah jadi dan di dalamnya ada modal awalku yaitu 100ribu yang dulu aku setorkan untuk pembukaan rekening saham ini pada waktu mengikuti SPM di Semarang. Pada tanggal 23 Oktober ini pula lah aku langsung mencoba-coba beli saham pertamaku yaitu saham Sritex dengan kode saham SRIL dengan harga Rp. 384,- sejumlah satu lot (100 lembar saham) yang kalau dikalikan maka total duit yang terpakai dari rekening sahamku adalah Rp. 76.800,-. Ternyata setelah sedikit demi sedikit aku paham tentang saham ternyata harga saham ini kemahalan karena setelah aku beli saham satu ini harganya turun terus dengan artian aku salah beli saham di harga yang mahal.
Bukti Pembelian Saham Pertamaku

Karena aku membeli saham di harga yang mahal maka terpaksa dengan sabar menunggu dan berharap harga saham ini kembali ke level 384 dengan harapan melebihi harga itu sambil belajar lagi tentang pasar modal dari buku yang aku beli di Gramed dan dari artikel serta video yang aku tonton dari internet. Setelah sedikit demi sedikti paham tentang dunia pasar modal saham aku beranikan diri untuk menambah modalku di saham dengan membeli saham yang lain seperti saham perusahaan rokok Sampoerna (HMSP), Bank BRI (BBRI), dan Indofood (INDF) untuk menambah portofolioku di saham.

Ternyata untuk mendapatkan keuntungan di saham kita bener-bener harus sabar dan banyak belajar tentang dunia yang lebih kejam dari dunia nyata ini. Sabar adalah hal yang wajib bagi para investor saham yang ingin mendapatkan profit yang banyak. Aku sendiri sudah mengalami yang sering disebut dengan psikologi insvestor, dimana aku berkali-kali salah beli saham di harga yang mahal karena psikologiku di bidang ini belum terasah dengan sempurnah. Pernah juga aku salah ngejual saham karena aku gak tau tentang teknikal analisis sehingga profit yang aku dapatkan gak maksimal. Pernah juga karena saking sabarnya aku jadi gagal untung besar gara-gara aku gak ngejual sahamku padahal dikemudia hari saham yang aku punyai harganya merosot jauh.

Tapi meskipun aku pernah mengalami salah harga beli saham dan salah harga jual saham, hingga tulisan ini dibaca oleh pembaca aku tidak mengalami kerugian sama sekali dan justru di portofolioku yang sekarang masih terhitung aku untung dari modal yang setiap bulan aku setorkan untuk membeli saham. Iya ini beneran kok, aku gak rugi serupiahpun meskipun portofolioku merah merona. Mungkin sebagian dari pembaca sudah tau kenapa aku gak rugi, dan mungkin sebagian dari pembaca masih penasaran dan belum tau kenapa aku masih untung meskipun sekarang portofolioku merah merona. Untuk hal ini akan saya tulis di tulisan berikutnya yang masih tetap membahas soal investasi di pasar modal terutama di saham.

Satu hal yang ingin aku bagi kepada pembaca, terutama kepada pembaca yang belum mengenal saham dan belum tertarik dengan dunia ini, bahwa aku ingin berbagi pengalamanku di bidang ini meskipun aku bukan seorang expert dan masih terbilang seorang newbie yang masih bau kencur. Tapi, gak ada salahnya kita berbagai, toh aku gak akan dirugikan kalau nantinya pembaca yang ternyata masih belum berinvestasi di saham setelah terjun disini menjadi lebih sukses dari aku dengan keuntungan yang berlipat ganda. So, tunggu tulisanku berikutnya tentang saham yang insya Allah akan aku tulis secepatanya, semoga saja moodku bagus untuk menulis lagi tentang investasi yang insya Allah akan membuat kita semua menjadi kaya rasa dan tidak menyesal terjun dalam bidang ini.

Posting Komentar